Barru-getarnews.com Arham Makkasau, warga Padongko yang telah lama berpengalaman di dunia pertambangan mulai sebagai tenaga konstruksi hingga bekerja di sejumlah perusahaan besar menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi Pabrik Kantong Semen dan Packing Plant PT Conch di Kabupaten Barru.
Arham yang saat ini bekerja di Konawe dengan gaji pokok setara eselon II mengungkapkan dukungannya bukan tanpa alasan. Ia menilai investasi industri berskala besar terbukti mampu menggerakkan perekonomian daerah dan membuka banyak lapangan kerja.
“Hampir separuh hidup saya bersama anak saya merantau bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Jujur, berat meninggalkan keluarga berbulan-bulan, tapi mau bagaimana lagi. Di Barru tidak ada lapangan kerja, tidak ada perusahaan besar,” ungkap Arham.

Karena itu, ia merasa kembali bersemangat ketika mendengar bahwa PT Conch tetap melanjutkan rencana investasinya di Barru. “Bersyukur PT Conch masih ingin berinvestasi. Coba kalau mereka sudah trauma dan memilih daerah lain. Kasihan Barru, ekonomi makin sulit,” ujarnya.
Arham yang telah berpengalaman bekerja di sektor tambang emas, nikel, batu bara hingga migas di berbagai provinsi menjelaskan bahwa standar gaji di industri besar sangat menjanjikan. Selain gaji pokok di atas UMR, karyawan biasanya mendapat tambahan dari lembur dan fasilitas lainnya.
Namun, ia mengingatkan pihak perusahaan rekrutmen agar transparan dalam proses penerimaan tenaga kerja. Menurutnya, kesempatan bekerja harus benar-benar terbuka bagi masyarakat Barru.
Kepada getarnews.com, Arham bahkan menyatakan siap mengajak anak-anaknya pulang kampung jika PT Conch resmi beroperasi di Barru. “Berbeda sedikit pendapatannya, tetap lebih baik bekerja di kampung sendiri,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan alasan penolakan sebagian pihak yang menurutnya tidak selalu berdasarkan informasi akurat. Arham mengatakan dirinya adalah pihak yang terdampak langsung karena selain tinggal di Padongko, ia juga memiliki rumah keluarga yang berdampingan dengan lokasi rencana investasi PT Conch.
Ia menilai masyarakat kini jauh lebih siap dan terbuka dibandingkan saat sosialisasi awal pada tahun 2017. “Andai sejak 2017 sudah berjalan, mungkin ekonomi kita sudah maju. Sekarang di mana-mana jualan sepi karena minimnya uang yang beredar,” tambahnya.
Arham berharap masyarakat yang berbeda pandangan bisa membuka ruang dialog. Menurutnya, mayoritas warga saat ini justru menunggu kehadiran investasi besar demi memperbaiki kondisi ekonomi Barru.
“Harapan saya, PT Conch diberi kesempatan berinvestasi. Itu akan mendorong investor lain masuk ke Barru,” tegas Arham yang kini menjabat sebagai Culvert & Drainage Supervisor di PT Merdeka Mining Service.