WAJO-getarnews.com Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Partai NasDem, Taqwa Gaffar, memastikan alokasi anggaran sebesar Rp4 miliar untuk peningkatan jalan hotmix dalam Kota Sengkang pada tahun anggaran 2026. Kepastian itu disampaikan dalam kegiatan reses yang digelar di Jalan Belibis, Kelurahan Sengkang, Kecamatan Tempe.
Reses yang berlangsung di lokasi yang dikenal sebagai “Rumah Perjuangan” posko pemenangan Taqwa pada Pemilu Legislatif 2024 diikuti ratusan warga dari 16 kelurahan di Kecamatan Tempe. Meski dipadati peserta, kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan.
Mengawali sambutannya, Taqwa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. “Saya tidak akan berada di kursi DPRD tanpa doa dan perjuangan masyarakat. Meski tidak selalu hadir secara fisik, komitmen saya untuk Kecamatan Tempe tidak pernah berkurang,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi III sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Wajo, Taqwa mengungkapkan bahwa anggaran perbaikan jalan hotmix dalam kota sempat tidak masuk dalam perencanaan awal. Namun, melalui pembahasan dan pandangan umum fraksi di DPRD, kebutuhan tersebut akhirnya mendapat persetujuan eksekutif.
“Alhamdulillah, setelah kami sampaikan urgensinya, Bupati menyetujui alokasi Rp4 miliar untuk peningkatan jalan hotmix dalam Kota Sengkang pada 2026. Ini bukan capaian pribadi, tetapi hasil perjuangan bersama untuk masyarakat,” tegasnya, disambut tepuk tangan warga.
Selain program jalan skala kota, warga juga menyampaikan berbagai usulan prioritas lingkungan, antara lain perbaikan Jalan Latenridolong dan Jalan Gelatik menuju Jembatan Padduppa, normalisasi drainase di sekitar Masjid Raya dan kawasan Toddooppu, penambahan lampu jalan, penyediaan tempat sampah sementara, serta pemangkasan pohon yang dinilai membahayakan keselamatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Taqwa meminta Camat Tempe untuk menyelaraskan data usulan dengan dokumen Musrenbang. “Jika sudah masuk Musrenbang, saya minta ditempatkan dalam 10 besar skala prioritas. Kita kawal bersama agar bisa direalisasikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Taqwa juga menyinggung program penanganan kawasan kumuh yang bersumber dari pemerintah pusat di Kelurahan Mattirotappareng Barat pada 2025. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu penggagas, namun menegaskan memilih tidak menonjolkan klaim pribadi.
“Kerja di DPRD adalah kerja kolektif. Yang terpenting manfaatnya dirasakan masyarakat, bukan soal siapa yang paling menonjol,” katanya.
Terkait tahun anggaran 2026, Taqwa mengakui tantangan fiskal cukup berat menyusul kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pemangkasan sekitar Rp247 miliar di daerah.
Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Camat Tempe, serta Lurah Sengkang.