BARRU – getarnews.com Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Barru di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum dimulainya tahun ajaran baru di SRT 1 Barru. Acara berlangsung khidmat, diawali dengan berbagai penampilan peserta didik SRT 1 Barru dan SRT 65 Kabupaten Pangkep, dilanjutkan penyerahan seragam sekolah serta penyematan kartu identitas (ID card) kepada perwakilan peserta didik.
Dalam sambutannya, Andi Ina menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru merupakan karunia Allah SWT sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi penerus daerah.
“Hari ini adalah momentum yang sangat penting dan membahagiakan bagi masyarakat Kabupaten Barru. Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarganya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan merupakan jalan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Barru, Andi Ina menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kebijakan menghadirkan Program Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Barru.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh pihak yang telah mendukung hingga SRT 1 Barru mulai beroperasi.
Motivasi Siswa untuk Meraih Cita-Cita
Kepada para peserta didik, Andi Ina berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Jangan pernah takut bermimpi besar. Sekolah ini hadir untuk mengubah hidup kalian. Dari sekolah ini saya berharap akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan. Kelak akan ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan Presiden Republik Indonesia,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan tahap awal pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai positif bagi peserta didik.
Karena itu, para siswa diajak mengenal lingkungan sekolah, membangun persahabatan, menghormati guru, menaati tata tertib, serta menumbuhkan budaya belajar yang disiplin dan bertanggung jawab.
Andi Ina juga mengingatkan pentingnya mencegah segala bentuk perundungan. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
“Kalian adalah anak-anak hebat. Nikmati proses belajar dengan penuh semangat. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan menemukan ilmu baru, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan pernah menyerah karena keadaan,” tuturnya.
Orang Tua Tak Perlu Khawatir
Bupati juga mengajak para orang tua untuk bersyukur atas kesempatan yang diperoleh anak-anak mereka menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan dasar peserta didik akan dipenuhi selama menjalani pendidikan sehingga mereka dapat belajar dan mengembangkan potensi secara optimal.
“Saya ingin orang tua percaya bahwa anak-anaknya berada di tempat yang tepat. Mereka akan mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, pelayanan kesehatan, makanan bergizi, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Andi Ina berpesan agar mendidik peserta didik dengan penuh kasih sayang dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan proses pembelajaran agar Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
Pemerintah Kabupaten Barru, lanjutnya, siap membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin muncul dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung keberlanjutan program tersebut sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kemudahan kepada kita semua dalam membangun dunia pendidikan serta mewujudkan generasi Barru yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.
SRT 1 Barru Miliki 440 Siswa
Sebelumnya, Kepala SRT 1 Kabupaten Barru, Haris, menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial.
Proses tersebut bertujuan memastikan peserta didik berasal dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2, sesuai sasaran program.
Saat ini, SRT 1 Barru memiliki 440 siswa pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), termasuk tambahan siswa titipan dari Kabupaten Pangkep.
Untuk menunjang kegiatan belajar, sekolah tersebut dilengkapi ruang kelas, asrama berkapasitas 168 siswa, serta fasilitas pengolahan air melalui Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 84 meter kubik guna memenuhi kebutuhan air bersih.
Haris menambahkan, dalam waktu dekat SRT 1 Barru juga dijadwalkan menerima lima taruna Akademi Militer beserta dua pendamping. Kehadiran mereka merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Pertahanan dan Kementerian Sosial untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Kegiatan pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barru, penanggung jawab Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, Wakil Ketua I dan anggota DPRD Kabupaten Barru, Sekretaris Daerah Barru, Sekretaris Pengadilan Negeri Barru, pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal, para camat, kepala desa dan lurah, Kepala SRT Kabupaten Pangkep, para guru, pendamping PKH, orang tua peserta didik, serta seluruh siswa baru Sekolah Rakyat.