WAJO–getarnews.com Satu tahun kepemimpinan Andi Rosman bersama dr. Baso Rahmanuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wajo periode 2025–2030 diwarnai dengan berbagai program prioritas yang berfokus pada penguatan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Dalam tahun pertama masa jabatan, keduanya mengakselerasi sejumlah program strategis yang manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di sektor pembangunan jalan dan jembatan. Upaya tersebut dinilai tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Peringatan satu tahun kepemimpinan dirangkaikan dengan kegiatan dzikir dan tausiah menjelang buka puasa yang digelar di Rumah Jabatan Bupati di kawasan Veteran. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal lainnya. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
“Alhamdulillah, hari ini tepat satu tahun kami memimpin Kabupaten Wajo, dirangkaikan dengan dzikir dan doa bersama. Semoga senantiasa mendapatkan rida dan rahmat Allah SWT,” ujar Andi Rosman dalam sambutannya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna merealisasikan visi dan misi pembangunan daerah. “Kami berkomitmen untuk terus berusaha dan mengajak seluruh elemen masyarakat saling merangkul demi mewujudkan Wajo yang lebih maju,” katanya.

Sementara itu, dr. Baso Rahmanuddin menyebut momentum satu tahun kepemimpinan sebagai ajang refleksi dan evaluasi. “Momen ini menjadi ruang bagi kami untuk memperbaiki apa yang masih kurang. Doakan kami agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam memimpin daerah ini,” ujarnya.
Sepanjang tahun pertama, pemerintah daerah mencatat pembangunan dan rekonstruksi pada 28 ruas jalan kabupaten serta lima ruas jalan provinsi melalui kolaborasi dengan DPRD dan instansi terkait. Sejumlah proyek yang dikerjakan antara lain rekonstruksi Jalan Lingkungan Bontouse di Kelurahan Pincengpute, Kecamatan Tanasitolo; ruas Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua; rabat beton Ongkoe–Belawa dan Simpellu–Bulete–Belawae; hingga rekonstruksi beton K-350 ruas Tobarakka–Leworeng dan Ujung Kessi–Cenrana.
Selain itu, dilakukan rehabilitasi sejumlah jembatan gantung seperti Tadangpalie di Kecamatan Sabbangparu, Cellue Takkalalla, Paddupa di Kecamatan Tempe, serta jembatan gantung Wage di Sabbangparu. Rehabilitasi drainase dalam Kota Sengkang juga menjadi bagian dari program prioritas.
Di sektor ekonomi dan keagamaan, Kabupaten Wajo juga menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional ke-8 dan Internasional ke-1 pada Oktober 2025. Kegiatan tersebut dinilai turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan dan aktivitas usaha lokal.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Wajo menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.