Barru–getarnews.com Ketua Dewan Pembina YAS Sulawesi Selatan, Ilham Iskandar, memberikan apresiasi kepada Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, atas komitmennya membuka ruang investasi dengan memberikan “karpet merah” bagi para investor.
Pernyataan Bupati Barru tersebut disampaikan dalam wawancara siaran langsung bersama CNN Indonesia terkait upaya mendorong investasi di daerah.
Menurut Ilham, langkah tersebut menunjukkan pemahaman kuat kepala daerah terhadap pentingnya investasi sebagai motor penggerak pembangunan, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran nasional saat ini.
“Sebelum masa efisiensi nasional, investasi memang sudah menjadi kebutuhan utama untuk mendorong kemajuan daerah, apalagi dalam kondisi sekarang,” ujarnya.
Meski memberikan kemudahan kepada investor, Ilham menilai Bupati Barru tetap menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, khususnya dalam aspek perizinan dan tata kelola usaha.
Selain itu, Bupati Barru juga ingin memastikan kehadiran investasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Bahkan, tenaga kerja lokal tidak hanya ditempatkan pada level bawah, tetapi juga diberi peluang untuk mengisi posisi manajerial di perusahaan.
Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa YAS Sulsel sejak 1998 telah berfokus pada upaya perbaikan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Ia menyebut, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai lembaga donor internasional, seperti The Asia Foundation, dalam mendorong reformasi kebijakan, jauh sebelum hadirnya sistem pelayanan terpadu mulai dari SINTAP, PTSP hingga DPMPTSP saat ini.
“Terus terang, program utama pendampingan kami saat itu adalah mendorong pembentukan kelembagaan perizinan, termasuk di Barru,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap komitmen Bupati Barru dalam menjadikan daerah ramah investasi dapat didukung oleh seluruh elemen, baik pemerintah, legislatif, akademisi, LSM, pers, maupun masyarakat luas.
“Sudah saatnya kita terbuka terhadap perubahan. Jika ingin ekonomi Barru maju, maka daerah ini harus menjadi tujuan investasi, bukan lagi dipersepsikan sebagai daerah yang tertinggal atau tidak ramah terhadap investasi,” tegasnya.