BARRU–getarnews.com Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barru resmi menutup rangkaian Pelatihan Kader Dasar (PKD) Se-Indonesia Timur yang berlangsung di Bola Pitue, Kabupaten Barru, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Arus Balik Kebudayaan: Rekonstruksi Nilai Lokalitas di Era Globalisasi” tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia Timur. Penutupan kegiatan dihadiri jajaran pengurus cabang, pengurus komisariat, serta alumni PMII Barru sebagai bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi yang menjadi jantung gerakan organisasi.
PKD merupakan jenjang kaderisasi formal PMII yang bertujuan membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan sosial yang kuat. Melalui proses ini, peserta didorong untuk mampu merespons berbagai tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai lokal yang menjadi akar kebudayaan masyarakat.
Prosesi penutupan berlangsung khidmat dan penuh semangat kaderisasi. Sebagai puncak kegiatan, para peserta mengikuti prosesi baiat kader yang menandai kesiapan mereka mengemban amanah sebagai kader mujahid PMII.
Baiat tersebut menjadi simbol komitmen dan kesungguhan para peserta untuk berjuang dan mengabdi bagi umat, bangsa, dan negara. Para kader juga diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat serta menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang.
Melalui tema yang diangkat, PMII Barru menegaskan pentingnya merekonstruksi dan memperkuat nilai lokalitas sebagai fondasi menghadapi derasnya arus globalisasi. Kader PMII dituntut tidak hanya menjadi agen perubahan sosial, tetapi juga penjaga dan penggerak kebudayaan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat.
Dengan berakhirnya PKD Se-Indonesia Timur ini, PMII Barru berharap seluruh peserta dapat melanjutkan proses kaderisasi secara berkelanjutan serta tumbuh menjadi generasi yang kritis, progresif, berintegritas, dan konsisten membawa semangat perjuangan PMII dalam ruang pengabdian kepada masyarakat.